
Jalin kedekatan dengan insan Kolintang Nasional, Wakil Ketua Umum Jalasenastri Ny. Ketty Erwin S Aldedharma mewakili Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menghadiri acara Launching buku berjudul “Kolintang The Sound of Heaven” yang dilaksanakan di aula PT. Balai Pustaka (Persero) Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia, Ny. Penny Iriana Marsetio didampingi Ketua Dewan Pembina Laksamana TNI Purn Prof. Dr. Marsetio.
“Jalasenastri adalah pemilik alat Kolintang terbanyak di instansi yang ada di Indonesia, karena TNI AL telah mengenal alat musik Kolintang sejak lama,” kata Ny. Penny Iriana Marsetio saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut Ketua Umum DPP PINKAN Indonesia tersebut menyampaikan jika buku setebal 152 halaman yang ditulis oleh Luddy Wullur dan Lidya Katuuk ini memuat sejarah asal usul musik Kolintang. Titik pandang penulis bertumpu pada penemuan garis masa peradaban, perkembangan budaya bunyi-bunyian, lahirnya budaya Kolintang, perkembangannya menjadi alat musik, pola pewarisan, teknik pembuatan dan permainan, menjadi bahan ajar formal dan informal, peta penyebaran, proses demi proses pendokumentasian memenuhi pengajuan pendaftaran di badan dunia UNESCO melalui mekanisme perluasan.
“Kehadiran Waketum Jalasenastri beserta para Pengurus Pusat Jalasenastri semakin terasa kedekatannya karena musik Kolintang seringkali dimainkan oleh ibu-ibu Jalasenastri dalam berbagai acara resmi yang dilaksanakan oleh TNI AL. Pinkan Indonesia disaat pandemi menggelar Lomba Virtual Kolintang Bersholawat yang hampir sebagai besar pesertanya adalah ibu ibu Jalasenastri,” jelas Ny. Penny Iriana Marsetio.
Sementara itu, Laksamana TNI (Purn) Prof DR Marsetio menjelaskan peluncuran buku ini menjadi salah satu bagian dari perjuangan Pinkan Indonesia agar alat musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara tersebut diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Semua persyaratan termasuk naskah akademik telah di kirim ke UNESCO dan kita berharap pada Sidang UNESCO yang akan dilaksanakan pada mid (pertengahan) Desember 2024, Kolintang dapat diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda”, ungkap Laksamana TNI Purn Prof. Dr. Marsetio.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan, terutama dalam melestarikan warisan budaya Indonesia agar tetap terjaga dan dapat diturunkan kepada generasi penerus bangsa.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.
